Panen Perdana Padi Organik Demplot HKTI di Desa Tamblang Buktikan Hasil Melimpah

Komang Adi Susastra 21 September 2026 11:00:15 WITA

Singaraja -- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Buleleng bersama Pemerintah Desa Tamblang dan Kelian Subak melaksanakan panen perdana padi organik dari lahan demonstrasi plot (demplot) di Desa Tamblang, Jumat (18/9/2026).

 

Dilakukamnya panen raya ini sekaligus menandai gerakan HKTI Buleleng turun di masyarakat dan Panen dilahan pertanian ini  menjadi uji coba penerapan pertanian organik sekaligus percontohan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung ketahanan pangan.

Kelian Subak Lanyahan, Babakan, Desa Tamblang, Made Budi Ratnayasa, menilai hasil demplot padi organik cukup baik. Ia berharap penerapan pupuk organik dapat diikuti lebih banyak petani.

“Demplot niki sampun tiang rasakan sudah cukup bagus. Harapan tiang untuk petani, khususnya yang menanam padi, mangda uning hasil-hasil niki tur mengikuti. Untuk ketahanan pangan, petani supaya bisa mengikuti program pupuk organik niki,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah dan HKTI dapat membantu penyediaan pupuk organik serta mendukung peningkatan debit air untuk Subak Tamblang agar pola tanam dan panen dapat lebih optimal.

Sementara Perbekel Desa Tamblang I Made Diarsa mengapresiasi hasil demplot tersebut. Menurutnya, penggunaan pupuk organik menunjukkan hasil yang tetap baik meski kondisi kemarau dan ketersediaan air terbatas.

“Tentu harapan kita adalah semakin banyak petani yang sadar akan penggunaan pupuk organik. Tidak saja mengembalikan alam ini menjadi sehat, tentu produknya juga sehat dan peningkatan hasil,” katanya.Ketua HKTI Buleleng Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., mengatakan hasil panen demplot menjadi bukti awal bahwa penggunaan pupuk organik memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.

“Justru hasilnya lebih baik dibandingkan dari tempat yang airnya lebih banyak dan tanahnya dikatakan lebih subur. Ini sudah terbukti. Jadi, inilah salah satu kelebihan penggunaan organik,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Dokter Caput ini mengatakan HKTI akan terus memantau dan mengevaluasi hasil demplot tersebut. Jika hasilnya konsisten memberikan dampak positif, penerapan pertanian organik diharapkan dapat diperluas ke subak lainnya di Tamblang maupun wilayah Buleleng.

Ia menyebut Buleleng memiliki potensi pertanian yang besar, namun masih menghadapi persoalan lahan nonproduktif yang diperkirakan mencapai sekitar 67 persen. Karena itu, HKTI mendorong program konversi lahan nonproduktif menjadi lahan produktif guna meningkatkan kesejahteraan petani.

“Petani di Buleleng jangan takut, harus bersabar. Karena proses semuanya ini adalah datangnya dari kesabaran. Di sini adalah contoh, dengan kesabaran hasilnya ternyata lebih bagus. Metode-metode yang diterapkan kembali ke alam, mencintai alam, memelihara alam, menjaga alam, otomatis alam akan berpihak ke kita,” pungkas Dr. Caput.***

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

SCAN BARCODE (PENGADUAN)

SCAN BARCODE (SURVEY LAYANAN)

Lokasi Tamblang

tampilkan dalam peta lebih besar